MY DREAMS!!!

BISMILLAH !!!!

PENDIDIKAN DOKTER 2009

THE BEST TEAM!!! GOOD JOB GOOD JOB!!!!

LAKESMA 2011-2012

ONE TEAM ONE FAMILY !!!!

TED-LAKESMA IN ACTION!!!

TEAM OF EMERGENCY AND DISASTER BRAWIJAYA UNIVERSITY : BROMO ERUPTION

Defry and Benny

Bismillah ! adik dan kakak yang slalu kompak!

Tampilkan postingan dengan label first aid. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label first aid. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 Maret 2013

First Aid: Bagaimana Pertolongan Pertama pada Korban Perdarahan? Mau Tau??

Ada yang pernah mengalami perdarahan karena teriris pisau dan lain- lainya? kalo belum pernah, mari kita belajar bersama tentang pertolongan pertama pada perdarahan. Pendarahan  berat  maupun  ringan  jika  tidak  segera dirawat  bisa  berakibat  fatal.  Bila  pendarahan  terjadi, penting  bagi  penolong  untuk  menghentikannya secepat  mungkin untuk mencegah hilangnya darah dalam jumlah yang besar.    Ada  dua  jenis  pendarahan yaitu pendarahan  luar  (external bleeding/ perdarahan yang tampak dipermukaan tubuh)  dan pendarahan  dalam  ( internal bleeding / pendarahan  yang tak nampak karena terjadi pada organ dalam tubuh kita). Pendarahan  dalam  lebih  berbahaya  dan  lebih  sulit untuk  diketahui  daripada  pendarahan  luar sehingga perlu mengetahui tanda-tanda yang harus diketahui ( ada riwayat trauma atau penyakit vasculer seperti aneurisma, nadi cepat dan lemah; tekanan darah turun; memar permukaan, pucat dll). Berikut ini akan kita bahas satu persatu cara pertolongan pertama yang dapat kita lakukan:

A. Cara penanganan pendarahan dalam

  • Baringkan  korban  dengan  nyaman  dan longgarkan pakaiannya yang ketat.
  • Angkat  dan  tekuk  kakinya,  kecuali  ada  bagian yang retak.
  • Segera cari bantuan medis. Untuk panggilan ambulan darurat untuk kota malang dapat menghubungi 320118
  • Jangan memberi makanan atau minuman (pada kondisi tidak sadar penuh dapat terjadi aspirasi atau masuknya makanan atau minuman pada saluran pernafasan).
  • Periksa korban setiap saat kalau dia mengalami syok (nadi cepat lemah atau tidak teraba, tekanan darah turun).

B. Cara  penanganan  pendarahan  luar  (external bleeding)

  • Periksa  apakah  luka  berisi  benda  asing  atau tulang  yang  menonjol.
  •  Jika  ada,  jangan sentuh  luka;  gunakanlah  bantalan  pengikat ( bisa dibuat dari beberapa lapis kain atau perban;  diletakkan  diatas perban  agar  menekan, menambah  daya  serap cairan  serta  melindungi luka).
  • Jika  luka  tidak  disertai  tulang  yang  menonjol, segera  tekan  bagian  tubuh  yang  terluka. 
  • Jika  tidak  ada  pembalut  yang  steril,  gunakan gumpalan  kain  atau  baju  bersih  atau  tangan untuk  mengontrol  pendarahan  sampai menemukan  pembalut  dan  bantalan  yang steril.
  •  Jika korban dapat menekan sendiri, suruh korban  menekan  lukanya,  untuk  mengurangi risiko infeksi silang.
  • Balut luka dengan erat tetapi tidak sangat ketat untuk mencegah iskemia jaringan yang parah dan berakibat pada amputasi.
  • Angkat bagian tubuh yang terluka, lebih tinggi dari posisi jantung korban.
  • Jika  darah  membasahi  pembalut, tambahkan pembalut lagi diatasnya (jangan melepas balutan awal karena telah terbentuk pembekuan darah) 
  •  Walaupun pendarahan  telah  berhenti,  jangan  terburu-buru  melepaskan  pembalut,  bantalan  atau perban untuk menghindari terjadinya hal yang tak terduga.
  • Periksa  korban  setiap  saat    kalau-kalau  dia mengalami syok (shock).
  • SEGERA cari bantuan medis.
  • Jika bantuan lama datang dan perdarahan masih berlanjut, turniket ()dapat diaplikasikan sebagai pertolongan lini terakhir pada bagian daerah lebih proksimal atau lebih dekat ke tubuh dari luka (ingat!!! hal ini dilakukan karena ancaman jiwa lebih berbahaya daripada ancaman hilangnya ekstremitas , life threatening > limb threatening condition)
Jika ingin melihat video penanganan perdarahan dapat dilihat di blog ini

--- TERIMA KASIH, SEMOGA BERMANFAAT ---

Rabu, 16 Januari 2013

First Aid, Bagaimana Penanganan Gigitan Ular?

Digigit-Ular Ada yang pernah jalan - jalan ke gunung atau lintas alam? pastinya sudah banyak yang pernah. Nah kalau sudah pernah, apa pembaca pernah melihat ular di alam bebas. Dan kalaupun sudah pernah , pasti ada pertanyaan yang muncul di benak kita yaitu, jikalau kita tergigit ular tersebut di alam bebas, apa yang harus kita lakukan sebelum mendapat pertolongan definitif dari tenaga kesehatan?

Jika pertanyaan itu yang muncul, mari kita bersama - sama membahas secara sederhana bagaimana penangana pertama ketika ada teman  yang tergigit ular. Gigitan ular adalah luka pada tubuh korban yang disebabkan oleh gigitan ular baik yang berbisa maupun yang tidak berbisa.  nah untuk macam - macam ular berbisa adalah sebagai berikut:

1. Colubridae (Ular welang, ular totong, dan ular cabe)

Bungarus_candidus01

2. Elapidae (King cobra, Blue coral snake, Sumatra spitting cobra).

F1ON-00025312-001

3. Piperidae (Ular puspa dan ular tanah).

 Mengenai jenis - jenis ular lebih lengkap dapat dilihat disini


Untuk tanda - tanda gigitan ular adalah sebagai berikut:

A.  Lokal.
  1. Adanya bekas gigitan, bila gigitan terdiri dari dua lobang layaknya gigitan vampire menandakan ular tersebut berbisa.
  2. Sedang gigitan yang membentuk setengah lingkaran cenderung tidak berbisa, selain itu dapat ditemui tand-tanda  bengkak, melepuh, memar dan adanya bercak darah.
B. Umum.         :    Nyeri kepala, nyeri otot, nyeri perut,  mual, muntah, lumpuh dan shock.
C. Sistemik.
D. Neurotoksik berupa :
  1. Tempat gigitan tidak nyeri.
  2. Kelumpuhan syaraf cranial (kelopak mata tertutup/ptosis, juling/optalmoplegi).
  3. Kelumpuhan otot pernapasan (sesak napas).
  4. Hematotoksik
  5. Tempat gigitan terasa nyeri dan bengkak.
  6. Bercak merah.
  7. Batuk darah dan kencing darah.
Nah yang terakhir, tindakan yang harus dan tidak boleh dilakukan adalah sebagai berikut:

A. Harus:
  1. Pastikan keamanan sekitar supaya tidak ada secondary victim.
  2. Nilai cepat kesadaran dan ABC.
  3. Bila terjadi henti napas segera beri napas buatan dari mulut ke mulut atau rescue breathing.
  4. Bila korban bisa bernapas spontan lakukan immobilisasi anggota tubuh yang digigit dan  letakkan lebih rendah dari jantung.
  5. Anjurkan pasien untuk tenang.
  6. Bersihkan luka dengan menggunakan sabun.
  7. Berikan penekanan pada pembuluh  limpe dengan membalut pada bagian atas dan bawah luka untuk menghambat mengalirnya bisa kedalam jantung dan otak.(jangan terlalu ketat karena resiko iskemia organ gigitan)
  8. Monitor terhadap kemungkinan gangguan napas akibat paralysis.
  9. Evaluasi tindakan yang diberikan.
  10. Evakuasi segera untuk mendapatkan suntikan Anti Bisa Ular.
  11. Bila memungkinkan identifikasi jenis ular yang menggigit.
B. Tidak boleh
  1. Mencoba menghisap luka atau melakukan insisi
  2. Memberikan kompres es
  3. Aplikasi tourniket atau pengikatan yang sangat kencang

Tersedak? First Aid for Choking

Mungkin beberapa dari kita pernah mengalami peristiwa tersedak, mulai dari tersedak benda cair maupun padat dengan berbagai ukuran. Nah, jika teman kita tersedak benda yang besar, semisal bakso utuh setelah terkaget oleh sesuatu hal, apa yang harus kita lakukan? Apakah kita harus bingung? Ataukah mencari orang lain yang belum tentu bisa membantu kita?

Itulah mengapa kali ini kita akan bahas sedikit tentang bagaimana menangani kasus seperti di atas baik pada orang dewasa maupun bayi. Tersedak sendiri dapat disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya:

  •  Memakan makanan yang terlalu besar dan tidak dikunyah dengan baik
  • Makan sambil berbicara
  • Meminum alkohol sebelum makan
  • Memakai gigi palsu
  • Ceroboh pada anak anak
  • Makan sambil berjalan
  • Bermain – main dengan makanan
            Pada prinsipnya yang terganggu pada kasus tersedak adalah jalan nafas atau airway. Jika jalan nafas tidak dibebaskan dengan metode tertentu, penderita akan mengalami kesulitan dalam bernafas  yang pada akhirnya jatuh pada kondisi hipoksia hingga anoksia yang dapat mengancam jiwa jika dibiarkan terlalu lama. Di bawah ini kami akan berusaha menjelaskan bagaimana melakukan manuver Heimlich sebagai pertolongan awal pada kasus tersedak.

          Manuver Heimlich merupakan metode yang dapat digunakan untuk membersihkan objek yang menghalangi jalan napas pada orang dewasa sadar dan anak-anak usia 1 – 8 tahun. Prinsip utama manuver ini adalah mengangkat diafragma dan menciptakan dorongan udara dari paru-paru untuk mendorong objek yang menghalangi jalan napas atas untuk keluar.

  • A.    Untuk orang dengan usia lebih dari 8 tahun

tersedak_kepalan3

  1. Tanyakan, "Apakah Anda tersedak?" Orang tersebut mungkin menunjukkan tanda tersedak dengan hanya mengangguk saja. Jangan memberikan intervensi jika ia dapat berbicara, batuk, atau bernapas.
  2. Jika tidak dapat berbicara, batuk, bernapas, atau bahkan wajah (terutama bibir) tampak membiru, segera rangkul sekitar pinggang korban dari belakang. Buatlah kepalan tangan. Tempatkan di atas pusar, tetapi di bawah tulang rusuk. Pegang kepalan tangan Anda dengan tangan Anda yang lain. Perintahkan korban untuk sedikit menundukkan badanya dengan kedua kaki agak terbuka. Kemudian Tekan kepalan tangan Anda ke arah perut dengan gerakan yang cepat namun pasti, sebanyak 5 kali (abdominal trush), dengan arah belakang atas.
  3. Ulangi dorongan ke atas hingga objek dapat keluar atau korban menjadi tidak sadarkan diri. Jika objek berhasil keluar, korban harus menemui dokter sesegera mungkin. Link video pertolongan pada orang dewasa yang tersedak: Tersedak Pada Orang Dewasa
  4. Jika korban menjadi tidak sadar, mintalah bantuan! Hubungi 320118 untuk wilayah Malang! Miringkan kepala ke belakang dan angkat dagu untuk membuka (head tilt chin lift method) dan memeriksa jalan napas. {Catatan: Jika Anda menduga orang tersebut memiliki cedera kepala, leher, atau cedera tulang belakang, jangan memindahkan dan banyak memanipulasi posisi korban. Dan untuk membuka jalan nafas pada kasus ini harus dengan metode jaw trush dengan menarik rahang bawah ke depan.} Berikan 2 napas penyelamatan dengan pelan. Jika ini tidak membantu, miringkan kepala lebih jauh lagi (hanya jika tidak ada cedera kepala, leher, atau punggung cedera). Kemudian berikan 2 napas penyelamatan lagi. Jika orang tersebut tidak merespons atau bergerak, berikan 15 penekanan dada (chest compressions). Ulangi napas penyelamatan dan penekanan dada hingga obyek dapat terlihat. Setiap kali Anda  membuka saluran udara untuk memberikan napas penyelamatan, periksa mulut korban untuk melihat objek telah terlihat atau tidak dan mengeluarkannya jika Anda bisa dengan dengan jari telunjuk yang bersih (finger swab). Teruskan melakukan resusitasi jantung paru (CPR=Cardipulmonary Resuscitation) tersebut sesuai kebutuhan, sampai objek yang memblokir jalan napas dapat keluar atau sampai bantuan medis datang dan mengambil alih.

  5. Untuk langkah-langkah CPR pada dewasa yang lebih jelas, dapat dilihat di link video berikut: CPR Dewasa
  6. Walaupun objek dapat dikeluarkan dengan sukses, korban harus tetap menemui dokter sesegera mungkin.
B.     Untuk anak-anak usia 1 8 tahun
  1. Untuk anak sadar, berikan dorongan perut (abdominal thrusts) seperti untuk orang dewasa tetapi jangan terlalu kuat.
  2. Untuk anak tidak sadar, berikan pertolongan pertama untuk tersedak seperti pada orang dewasa yang tidak sadar.
C.    Untuk bayi usia ≤ 1 tahun
tersedak_baby

  1. Jangan melakukan intervensi jika bayi dapat batuk kuat, menangis, atau bernafas  lancar.
  2. Jika bayi sadar, posisi kepala bayi (menghadap bawah) di satu tangan. Baringkan bayi di atas lengan Anda. Letakkan lengan Anda pada kaki Anda untuk menstabilkan posisi. Pastikan kepala bayi lebih rendah dari bagian tubuh lainnya.
  3. Dengan tumit tangan lainnya, pukul bayi pada punggung di antara tulang scapula atau tulang belikat (back blows) 5 kali. Lakukan dengan cepat dan kuat. Ulangi prosedur ini 3 sampai 4 kali. Jika objek masih menghalangi jalan napas, lanjutkan ke langkah 4.
  4. Putar posisi bayi menghadap atas (wajah menghadap atas). Baringkan bayi di lengan Anda. Dukung kepala dengan satu tangan. Pastikan kepala bayi lebih rendah dari bagian tubuh lainnya. Letakkan tangan Anda pada kaki Anda untuk menstabilkan posisi. Tempat 2 jari 1/2 inci di bawah dan di antara puting dada bayi. Berikan 5 dorongan (chest thrusts) ke arah bawah dengan cepat. Tekanlah sternum 1/2 sampai 1 inci pada setiap dorongan.
  5. Ulangi langkah 3 dan 4 sampai objek keluar atau bayi menjadi tidak sadar.
  6. Jika bayi tidak sadar, mintalah pertolongan. Mintalah seseorang memanggil 320118! Jika tidak ada yang membantu memanggil 320118, berikan pertolongan pertama selama 1 menit, kemudian berhentilah untuk memanggil 320118, setelah menelpon bantuan lanjutkan upaya penyelamatan.
  7. Untuk mengecek apakah upaya kita berhasil, Letakkan bayi pada punggungnya. Miringkan kepala ke belakang dan mengangkat rahang (head tilt chin lift). Berikan 2 napas penyelamatan pelan-pelan. Jika ini tidak membantu, berikan 2 napas penyelamatan lagi. Berikan 5 pukulan punggung (back blows), kemudian 5 tekanan dada (chest thrusts). Jika objek tersebut dapat dikeluarkan, hentikan tindakan.
  8. Periksa dan keluarkan  objek di jalan napas jika terlihat. Ulangi langkah 7 dan 8 sesuai dengan kebutuhan.
  9. Jangan menyerah! Berikan pertolongan pertama sampai bantuan medis mengambil alih atau sampai objek dikeluarkan. Walaupun objek dapat dikeluarkan, segera antar bayi mendapatkan perawatan medis untuk mengetahui apakah ada efek samping dari tindakan yang kita lakukan.
  10. Untuk langkah-langkah pertolongan pertama pada bayi tersedak yang lebih jelas, dapat dilihat di link video berikut: Pertolongan Pada Bayi Tersedak

Demikian cara melakukan pertolongan pertama pada korban tersedak. Teruslah belajar dan berusaha. Aplikasikan pengetahuan dan ilmu untuk membantu sesama.

Sabtu, 12 Januari 2013

Gimana sih cara mengenal gangguan sistem pernafasan ???


check-for-breathing


Jika kita menemukan orang tergeletak tidak sadarkan diri di depan kita dan kita ingin memastikan apa orang tersebut masih bernafas atau tidak, kira –kira apa sih yang harus kita lakukan???

Jika pembaca belum tau, ayo coba kita belajar secara sederhana bagaimana caranya. Untuk mengenal gangguan pada system pernafasan kita dapat melakukan pemeriksaan dan penanganan sebagai berikut:

Pertama, Penolong mengetahui apakah penderita masih bernafas atau tidak (mendeirita henti nafas atau tidak). Tindakan yang dilakukan adalah LLF (look listen feel) yang hanya membutuhkan 5 detik atau dapat menggunakan stetoskop jika membawa dan sanggup melakukan interpretasi.
  • Lihat pergerakan dinding dada korban
  • Dengar suara nafas korban
  • Rasakan hembusan nafas korban
Kedua, Bila tidak bernafas segera lakukan pemeriksaan jalan nafas, apakah ada sumbatan atau tidak. Sumbatan jalan nafas biasanya disebabkan oleh
  • Pangkal lidah yang jatuh ke belakang dan menutup jalan nafas atau
  • Karena adanya benda asing (muntahan, darah, gigi dll) yang berada di dalam rongga mulut atau
  • Karena posisi kepala yang salah dan menyebabkan tetutupnya jalan nafas
Jika tiga hal tersebut terjadi maka, tindakan pertolongan pertama yang dapat dilakukan adalah membebaskan jalan nafas dengan menarik lidah keluar, mengeluarkan benda asing dalam rongga mulut (gunakan kedua jari tangan) dan menengadahkan kepala penderita (hanya jika tidak ditemukan cedera tulang leher)

Ketiga, Jika hal tersebut telah dilakukan dan penderita tetap dalam keadaan henti nafas, maka harus dilakukan pemberian pernafasan buatan.

Keempat, Bila korban bisa bernafas tapi tidak normal segera kirim ke dokter terdekat.
  1. Nafas cepat dan dalam : kemungkinan terjadi shock atau renjatan
  2. Bernafas dengan yang susah dan membutuhkan banyak tenaga (Megap - megap) : obstruksi jalan nafas, edema paru akibat penyakit jantung
  3. Penafasan ireguler : koma diabetikum, gangguan fungsi ginjal (uremia) atau kelainan fungsi syaraf pusat
  4. Cheyne Stokes (pernafasan yang dalam dan teratur tetapi diikuti dengan henti nafas (apnea) secara periodic : pada penderita cedera kepala erat
  5. Bunyi melengking (mengi/ wheezing) : asma
Dan terakhir, Jika korban bernafas normal, jagan berpuas hati, segera periksa kondisi bagian tubuh  lainya


- Tidak ada yang lebih baik dari seorang manusia yang bermanfaat -